Bersamalah kamu dengan Allah


Makna Bersama Allah: Antara Dunia Jasmani dan Dunia Rohani

Oleh: Asrul Sirajuddin


Pendahuluan

Dalam dunia spiritual Islam, ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya:

"KUN MA’ALLAH, FA ILLAM TAKUN, FAKUN MA’A MAN KANA MA’ALLAH.
FA INNAHU YUSHILUKA ILALLAH IN KUNTA MA’AHU."

Artinya:
"Bersamalah kamu dengan Allah. Jika tidak bisa bersama-Nya, maka bersamalah dengan orang yang bersama Allah. Karena sesungguhnya, jika kamu bersamanya, dia akan mengantarkanmu kepada Allah."

Ungkapan ini bukan sekadar kata-kata indah. Ia adalah panduan perjalanan rohani yang mengajarkan bahwa "kebersamaan" dengan Allah bukanlah hal fisik, melainkan penghayatan batiniah yang sangat dalam. Mari kita telaah lebih dalam makna dari kebersamaan ini, serta bagaimana ia bekerja dalam dimensi spiritual manusia.


Makna Bersama: Jasmani vs. Rohani

Dalam dunia jasmani, makna "bersama" sering diartikan sebagai kedekatan fisik:

  • Duduk berdampingan

  • Berjalan beriringan

  • Berada di tempat dan waktu yang sama

  • Bahkan hidup atau tidur bersama seperti suami dan istri

Namun dalam dimensi ruhani, makna "bersama" jauh lebih dalam dan halus.
Seseorang bisa tampak khusyuk dalam salat di masjid, namun hatinya bisa saja tidak sedang bersama Allah. Ia mungkin sedang memikirkan hartanya, keluarganya, pasangannya, atau bahkan urusan dunia yang membelenggu.

Apa pun yang menguasai isi hatimu, di sanalah kamu sedang "bersama".


Kecepatan Hati Melebihi Kecepatan Cahaya

Ilmu fisika mengajarkan bahwa cahaya adalah energi tercepat di alam semesta—sekitar 300.000 km/detik. Tapi dalam dunia rohani, hati manusia bisa "berpindah" lebih cepat dari itu.

Dalam satu detik, hati bisa berada di berbagai tempat sekaligus:

  • Terbang ke masa lalu

  • Mengkhawatirkan masa depan

  • Merindukan sesuatu yang jauh

  • Mengidolakan dunia lebih dari Sang Pencipta

Inilah kerumitan sekaligus keistimewaan hati. Tidak ada makhluk yang memiliki hati seperti manusia. Itulah sebabnya Allah dan Rasul-Nya sangat menekankan pentingnya menjaga hati.


Menjaga Hati Agar Selalu Bersama Allah

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi kepada hati dan amal kalian."
(HR. Muslim)

Allah memuliakan hati karena di sanalah pusat niat, kesadaran, dan cinta. Hati adalah portal yang bisa tersambung langsung ke hadirat Ilahi—jika dibersihkan dan dijaga.

Untuk selalu bersama Allah, latihlah hati agar senantiasa ingat kepada-Nya.
Beberapa cara menjaga kebersamaan ini adalah:

  1. Dzikir – Menyebut nama Allah secara konsisten menyucikan hati dari lintasan duniawi.

  2. Tafakur – Merenungi ciptaan Allah dan kebesaran-Nya membuka ruang spiritual lebih luas.

  3. Mujahadah – Melawan hawa nafsu yang ingin membawa hati jauh dari Allah.

  4. Berteman dengan orang yang dekat kepada Allah – Karena energi spiritual mereka bisa menular dan membimbingmu.


Jika Tidak Bisa Bersama Allah, Bersamalah dengan Kekasih-Nya

Tak semua orang bisa langsung merasakan kedekatan dengan Allah. Itulah sebabnya para sufi berkata:

"Jika kamu tidak mampu bersama Allah, maka bersamalah dengan orang yang bersama Allah."

Mengapa demikian?
Karena cahaya dari hati orang-orang yang mengenal Allah bisa memantul dan menyinari orang lain. Seperti hukum induksi elektromagnetik dalam fisika, energi ruhani dari mereka dapat menggetarkan hati kita, membangkitkan kerinduan, hingga menuntun kita menuju Allah.


Penutup: Hati Adalah Kendali Menuju Sang Khaliq

Kita diberi kebebasan memilih ke mana hati ini ingin diarahkan. Apakah kepada dunia yang fana, atau kepada Allah yang kekal? Kecepatan dan kekuatan hati harus diarahkan ke jalan yang benar.

"Hati adalah cermin. Bila engkau bersihkan dari debu dunia, maka akan tampak wajah Tuhan di dalamnya."
— (Pepatah Sufi)

Maka mari kita rawat hati kita. Jadikan ia taman yang indah, tempat cahaya Ilahi bersemayam. Karena hanya dengan hati yang hidup, kita bisa benar-benar bersama Allah—bukan dengan tubuh, tetapi dengan kesadaran terdalam.


Comments

Popular posts from this blog

Kemerdekaan Batin di Era Digital

Rahasia Metode Doa Sufi: Memanfaatkan Waktu untuk Fokus kepada Allah SWT