Ketika Buruk Rupa Menjadi Cantik: Sebuah Perenungan Sufi tentang Persekongkolan dan Pengkhianatan
Ketika Buruk Rupa Menjadi Cantik: Sebuah Perenungan Sufi tentang Persekongkolan dan Pengkhianatan Dalam panggung kehidupan, kita sering menyaksikan sebuah anomali yang membingungkan: keburukan yang dilakukan bersama-sama, dengan begitu kompak dan terstruktur, seolah mampu menyulap dirinya menjadi sebuah kebenaran. Di mata hukum dunia yang terkadang rapuh, persekongkolan jahat bisa tampil dengan jubah kewajaran, didukung oleh argumen yang dibangun rapi dan kesaksian yang seragam. Ia tampak kokoh, bahkan meyakinkan. Namun, para sufi memandang fenomena ini laksana istana pasir di tepi pantai. Megah dan memesona sesaat, namun di dalamnya hampa dan hanya menunggu waktu untuk tersapu ombak. Kekuatan yang mengikat persekongkolan dalam keburukan bukanlah cinta atau kebenaran, melainkan kepentingan sesaat, topeng dari ketakutan, dan ego yang saling menguatkan. Fondasinya rapuh karena ia dibangun di atas ketiadaan nilai-nilai ilahiah. Mengapa ia pasti akan buyar? Karena sifat dasar dari ke...